Hasil Inter Milan vs Lecce, Inter Milan kembali menegaskan status mereka sebagai kandidat terkuat peraih Scudetto Serie A musim 2025/2026. Kemenangan tipis 1-0 atas Lecce pada laga pekan lanjutan liga Italia yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (15/1/2026) dini hari WIB, membuat Nerazzurri semakin nyaman bertengger di puncak klasemen sementara.
Tambahan tiga poin ini membuat Inter kini unggul enam angka dari pesaing terdekatnya. Lebih dari itu, kemenangan ini juga memperpanjang laju impresif pasukan asuhan Cristian Chivu yang tampil konsisten di kompetisi domestik, meski harus menghadapi jadwal padat dan rotasi pemain.
Dominasi Inter Sejak Awal Laga
Sejak peluit pertama dibunyikan, Inter Milan langsung mengambil inisiatif permainan. Meski melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain inti, dominasi Nerazzurri tetap terlihat jelas, baik dari segi penguasaan bola maupun intensitas serangan.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian adalah penyerang muda Ange-Yoan Bonny. Diberi kepercayaan tampil sejak menit awal, Bonny menunjukkan agresivitas tinggi dan pergerakan yang merepotkan lini belakang Lecce.
Peluang emas pertama Inter tercipta pada menit keenam melalui sepakan keras Bonny dari dalam kotak penalti. Namun, upaya tersebut masih mampu digagalkan oleh penjaga gawang Lecce, Wladimiro Falcone, yang tampil luar biasa sepanjang pertandingan.
Tak hanya itu, Bonny juga terlibat dalam proses terciptanya peluang matang untuk Piotr Zieliński. Gelandang asal Polandia itu mendapatkan ruang tembak yang ideal, tetapi lagi-lagi Falcone tampil sigap untuk menjaga gawangnya tetap perawan.
Kontroversi VAR dan Solidnya Pertahanan Lecce
Pada pertengahan babak pertama, Inter sempat mendapat harapan melalui momen dugaan pelanggaran di kotak penalti Lecce yang melibatkan Bonny. Wasit awalnya menunjuk titik putih, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan VAR menyatakan tidak ada pelanggaran yang cukup signifikan.
Dominasi Inter tetap berlanjut. Henrikh Mkhitaryan dan Marcus Thuram silih berganti menguji ketahanan pertahanan Lecce. Sayangnya, rapatnya barisan belakang tim tamu serta performa impresif Falcone membuat Inter gagal memecah kebuntuan hingga turun minum.
Di sisi lain, Lecce yang lebih banyak bertahan sempat memberikan ancaman serius lewat Riccardo Sottil. Pada satu-satunya peluang berbahaya mereka di babak pertama, Sottil melepaskan tembakan dari sisi kiri, namun bola masih melenceng tipis dari gawang Yann Sommer.
Babak Kedua: Tekanan Berlanjut, Gol Penentu Akhirnya Tercipta
Memasuki babak kedua, alur pertandingan tidak mengalami perubahan signifikan. Inter Milan tetap mendikte permainan dengan penguasaan bola yang dominan, sementara Lecce memilih bertahan dalam blok rendah dan mengandalkan serangan balik cepat.
Falcone kembali menjadi tembok kokoh bagi Lecce. Penyelamatan penting ia lakukan untuk menggagalkan peluang Nicolo Barella dan Andy Diouf, yang sama-sama nyaris mencetak gol dari luar kotak penalti.
Melihat kebuntuan yang tak kunjung terpecahkan, Cristian Chivu akhirnya mengambil keputusan krusial dengan memasukkan Lautaro Martínez pada pertengahan babak kedua. Kehadiran sang kapten langsung meningkatkan intensitas serangan Inter.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Pada menit ke-78, Lautaro melepaskan tembakan keras yang sempat ditepis Falcone. Namun bola muntah mengarah tepat ke Pio Esposito yang berdiri bebas di depan gawang. Tanpa kesalahan, Esposito menyambar bola dan mengirimkannya ke dalam gawang Lecce.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga ini sekaligus memastikan Inter Milan meraih kemenangan ke-12 dari 14 pertandingan Serie A musim ini.
Situasi Klasemen dan Evaluasi Lecce
Bagi Inter, hasil ini semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen dan memberikan modal kepercayaan diri besar untuk menghadapi laga-laga selanjutnya, baik di Serie A maupun kompetisi Eropa.
Sementara itu, Lecce harus kembali menelan pil pahit. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi skuad asuhan Eusebio Di Francesco. Posisi mereka di papan bawah semakin rawan, dengan jarak hanya tiga poin dari zona degradasi.
Masalah utama Lecce masih sama, yakni rendahnya produktivitas gol. Hingga pekan ini, Lecce masih tercatat sebagai tim dengan jumlah gol paling sedikit di Serie A, situasi yang harus segera dibenahi jika ingin bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Susunan Pemain Inter Milan vs Lecce
Inter Milan:
Yann Sommer; Manuel Akanji, Francesco Acerbi, Alessandro Bastoni; Andy Diouf, Nicolo Barella, Piotr Zielinski, Henrikh Mkhitaryan, Carlos Augusto; Ange-Yoan Bonny, Marcus Thuram.
Pelatih: Cristian Chivu.
Lecce:
Wladimiro Falcone; Danilo Veiga, Jamil Siebert, Tiago Gabriel, Antonino Gallo; Lassana Coulibaly, Youssef Maleh; Santiago Pierotti, Omri Gandelman, Riccardo Sottil; Nikola Stulic.
Pelatih: Eusebio Di Francesco.